DARI SANG PEJUANG
UNTUK SANG PEMENANG
Indonesia
adalah negeri kepulauan yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Tanahnya
yang subur membuat Kolonial Belanda melirik Indonesia.
Pada
awal kedatangannya tahun 1596 di Banten, kolonial Belanda yang dipimpin oleh
Cornelis de Houtman, hanya berniat untuk melakukan transaksi perdagangan.
Kemudian mereka pergi ke Bali untuk membeli rempah-rempah. Pada perkembangan
selanjutnya, warga Indonesia mendapat perlakuan yang kurang baik dari para
kompeni. Rakyat Indonesia dipekerjakan dengan paksa (kerja rodi) dan
diperlakukan seperti binatang oleh mereka.
Namun
bangsa Indonesia tidak pernah menyerah. Rakyat Indonesia pun melakukan
perlawanan di pelosok-pelosok negeri. Misalnya saja perlawanan rakyat Maluku
dibawah pimpinan Pattimura pada 15 Mei 1817. Tragedi tersebut merupakan bentuk
pembelaan diri rakyat Indonesia di Maluku yang selama ini terjajah oleh para
kompeni.
Penderitaan
bangsa Indonesia tak berhenti sampai penjajahan kolonial Belanda saja. Pada
tahun 1942, penjajahan Indonesia diserahkan oleh Belanda kepada Jepang. Dan
perlakuan Jepang bahkan lebih kejam daripada perlakuan kolonial terhadap
Indonesia.
Hal
ini tentunya membuat para pendiri bangsa Indonesi geram. Mereka pun selalu
berusaha untuk meraih kemerdekaan. Maka ketika terjadi kekosongan kekuasaan
pada tanggal 14 Agustus 1945, para pendiri pun mencari cara agar mereka dapat
memproklamirkan kemerdekaannya. Sehingga akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945,
Indonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaannya.
Berangkat
dari sejarahnya, bangsa Indonesia hari ini adalah bangsa yang mandiri yang
dapat menaklukan dunia melalui segala prestasi anak bangsa. Prestasi tersebut
tidak hanya dalam satu bidang. Tapi banyak bidang, misalnya dalam bidang
pendidikan, pelajar Indonesia, Himawan Wicaksono Winarto, berhasil meraih gelar
sebagai The Absolute Winner Asian Physics Olympiad ke-14 pada 13 Mei 2013. Mengungguli
lawan-lawan tangguh seperti China, India, dan Singapura. Selain itu, dalam bidang
olahraga pun Indonesia menjadi unggulan. Diantaranya dalam bidang olahraga
tinju, atlet tinju Indonesia, Chris John, pada tahun 2003 meraih gelar juara World Boxing Association.
Prestasi-prestasi
tadi tentunya tidak akan dapat diraih oleh anak bangsa tanpa adanya kemerdekaan
Indonesia yang diperjuangkan oleh para pahlawan terdahulu. Dan kini, perjuangan
pahlawan terbayar sudah oleh prestasi anak bangsa. Suatu kebanggaan yang luar
biasa. Berangkat dari suatu perjuangan untuk sebuah kemenangan.
No comments:
Post a Comment